Kamis, 22 Desember 2011

ASUMSI & KONSEP DASAR AKUNTANSI



Di dalam akuntansi dikenal yang namanya  ASUMSI dan KONSEP DASAR AKUNTANSI . Berikut ini kita akan bahas satu per satu.
 
A. ASUMSI DASAR


Ada beberapa asumsi dasar yang mendasari akuntansi yaitu: 
1. Kesatuan Usaha Khusus (Economic Entity)
Konsep ini memandang bahwa perusahaan merupakan suatu unit usaha yang berdiri sendiri, yang terpisah dari pemiliknya sehingga seluruh transaksi-transaksi perusahaan dipisahkan dari transaksi-transaksi pemilik dan oleh karenanya semua pencatatan dan pelaporan dibuat untuk perusahaan tersebut. 

2. Kontinuitas Usaha (Going Concern)
Asumsi ini beranggapan bahwa perusahaan akan hidup terus selamanya sehingga akan tersedia cukup waktu untuk menyelesaikan usaha dan perjanjian-perjanjian usahanya. 

3. Unit Moneter
Transaksi suatu perusahaan dapat dilakukan pencatatannya dengan ukuran fisik, namun akan menimbulkan keterbatasan dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan sehingga diperlukan suatu unit moneter. unit moneter tersebut berupa mata uang. 

4. Periode Waktu (Time Periode) 
Seperti halnya di Tujuan Kualitatif Laporan Keuangan maka laporan keuangan haruslah tepat waktu supaya bermanfaat bagi pemakai laporan. Biasanya di dalam time periode ini digunakan waktu 1(satu) tahun kalender supaya permasalahan dalam hal pengakuan dan pengalokasian ke dalam periode tertentu dapat di atasi.

B. KONSEP DASAR
 
Konsep dasar yang melandasi akuntansi adalah:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle) 
Prinsip ini menginginkan bahwa digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Harga perolehan merupakan harga pertukaran yang disetujui oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi (harga saat terjadinya transaksi).

2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pendapatan merupakan aliran masuk aktiva yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi pada suatu perode tertentu. Namun di dalam prinsip ini pendapatan diartiakan dalam istilah yang luas meliputi pendapatan sewa, pendapatan bunga, laba penjualan dan lain-lain.

3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle) 
Prinsip mempertemukan ini merupakan mempertemukan antara biaya dengan pendapatan yang timbul dari biaya yang dikeluarkan tersebut.

4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Di dalam Tujuan Kualitatif Laporan Keuangan disebutka bahwa laporan harus mempunyai daya banding misalnya komparatif dengan tahun sebelumnya, maka metoda dan prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi haruslah konsisten dari tahun ke tahun.


5. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclousure Principle)  
    Maksudnya adalah menyajikan informasi secara lengkap dalam laporan keuangannya.








Saya sarankan baca artikel lainnya:



Terimakasih atas kunjungan anda di blog asumsi dan konsep dasar saya ini dan .....



Referensi situs www.iaiglobal.or.id/


signatue by the.CashBasic

Text Back Links Exchange
Text Back Link Exchange
Text Backlink Exchanges
Text Back Links Exchanges
Web Link Exchange
Bid Based Wed Directory

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar